Wimbledon 2014

Setelah puncak musim turnamen clay berakhir di lapangan tanah liat Roland Garros yang mengukuhkan Rafael Nadal dan Maria Sharapova sebagai jawara 2014, kini saatnya tour tenis bergeser menuju indahnya lapangan rumput hijau Wimbledon, Inggris. Namun dengan singkatnya waktu transisi, semua petenis ATP dan WTA dituntut untuk bisa cepat beradaptasi dari permukaan lapangan tanah liat yang menyebabkan pantulan bola menjadi lambat, drastic menuju lapangan rumput yang terkenal super cepat.

Wimbledon adalah salah satu dari empat turnamen grand slam prestisius di dunia disamping Australian Open (lapangan plexi pave), French Open (lapangan tanah liat) dan US Open (lapangan keras). Namun tak dipungkiri Wimbledon adalah turnamen grand slam paling special dan historis dalam kalender tenis profesional. Turnamen terkemuka ini diselenggarakan untuk pertama kalinya pada tahun 1877 oleh All England Lawn Tennis and Croquet Club di Wimbledon, London, yang menjadikannya sebagai turnamen tenis tertua di dunia. Yang membuat grand slam ini lebih unik, adalah tradisi bahwa semua petenis harus mengenakan pakaian olahraga berwarna serba putih, Jadi, produsen olahraga dunia seperti Nike, Adidas, Reebook, Babolat, Lotto, Filla dll saling berlomba-lomba bersaing dengan desain-desain trend pakaian dan sepatu olahraga terbaru berwarna putih yang fresh dan berbeda setiap tahunnya, yang dipakai oleh bintang-bintang tenis saat berlaga di lapangan.

Salah satu fakta menarik seputar turnamen ini adalah Inggris harus menunggu selama 77 tahun untuk melihat kembali petenis Britania Raya berjaya Wimbledon setelah Andy Murray berhasil mengalahkan pemain nomor satu dunia Novak Djokovic. Pemain asal Skotlandia berusia 26 tahun itu menang 6-4 7-5 6-4 atas Djokovic, Serbia, dan mengakhiri penantian panjang publik Inggris yang sangat menantikan moment bersejarah ini. Karena sudah lama sekali sejak terakhir kali petenis tungga putra Inggris Fred Perry menjuarainya pada tahun 1936, dan petenis tunggal putri Virginia Wade menjadi juara pada tahun 1977.

Namun persaingan Wimbledon tahun ini sepertinya akan jauh lebih menarik untuk di ikuti. Setelah tahun lalu Andy Murray dan Marion Bartoli masing-masing berhasil menjadi juara tunggal putra dan tunggal putri, musim kali ini persaingan akan semakin sengit. Dengan hadirnya petenis-petenis peringkat teratas dunia, Wimbledon kali ini menjanjikan serunya atmosfer pertandingan yang akan menyajikan berbagai drama dari seputar arena.

Setelah juara tunggal putri tahun lalu, Marion Bartoli, Perancis, memutuskan gantung raket, tahun ini sudah pasti akan hadir juara baru. Kali ini petenis putri yang paling diunggulkan tak lain adalah Serena Williams. Petenis Amerika peringkat satu dunia ini telah memenangi gelar Wimbledon sebanyak lima kali. Dan salah satu lawan yang di prediksi bisa menjegal ambisinya untuk kembali merebut gelar tahun ini adalah si petenis jelita asal Rusia, Maria Sharapova. Seperti kita ketahui Sharapova memenangi gelar grand slam pertama kali adalah di lapangan rumput ini saat ia berusia 17 tahun, pada tahun 2004, dengan menjungkalkan unggulan pertama Serena Williams. Bukan tidak mungkin ia akan kembali berjaya. Dari beberapa petenis putra yang diunggulkan dalam undian tahun ini, petenis nomor satu dunia Rafael Nadal menatap Wimbledon 2014 dengan penuh percaya diri setelah berhasil mengukuhkan dirinya sebagai juara sembilan kali grand slam Perancis Terbuka. Tepat di peringkat dua dunia, Novak Jokovic membayangi dan selalu siap menjegal jalan petenis Spanyol bertangan kidal itu untuk menambah koleksi gelar. Namun diam-diam sang maestro Roger Federer yang meskipun karirnya agak meredup akhir-akhir ini, berambisi untuk mempertajam dominasinya di All England Club setelah berhasil memenangi 7 buah gelar Wimbledon. Gelar ke-8 tentu tidaklah mustahil bagi petenis Swiss ini. Tapi selain nama-nama besar dan bintang-bintang muda seperti Stanislas Wawrinka, Thomas Berdych, Grigor Dimitrov yang mulai ikut meramaikan sengitnya persaingan memperebutkan thropy juara, tentu saja sang juara bertahan dan petenis favorit tuan rumah tak akan tinggal diam. Sanggupkah Andy Murray mempertahankan gelarnya? (Dims).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s